English Japanese French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 09 September 2010

5R


Kamis, September 09, 2010 |

Prinsip Dasar Panca-R

Aksi reduce, reuse, recycle, repair dan replacement berbicara pada tataran pola konsumsi manusia. Seberapa efektif dan efisienkah kita menggunakan sumber daya alam atau mengeluarkan anggaran kita untuk berbelanja? Melalui aksi mengurangi yang tidak penting (reuse), memakai kembali (reuse), mendaur ulang (recycle), memperbaiki (repair) dan mengganti dengan yang lebih hemat (replacement). Jadi kuncinya adalah harus efektif dan efisien (prinsip hemat) dalam konsumsi. Untuk efektif dan efisien, kita harus berpengetahuan dan bijak.

1. Reduce (Berhematlah dengan Mengurangi yang Tidak Penting)

Sudahkan Anda menerapkan prinsip mengutamakan kebutuhan daripada keinginan?

Salah satu permasalahan utama globalisasi dibidang sosio-kultural adalah gejala konsumerisme yang melanda diseluruh lapisan masyarakat. Manusia cenderung bertindak memenuhi semua keinginan yang muncul dari iklan, tayangan dan perilaku hedonisme ketimbang memikirkan memenuhi kebutuhan utama. Saking parahnya, tidak sedikit orang tua tega membiarkan anaknya tidak mendapat asupan gizi seperti susu, sementara ia mampu membeli rokok. Disaat mereka mengencang ikat pinggang, mereka justru membeli kosmetik atau alat elektronik yang lagi nge-trend. Selain tindakan ini menyebabkan kita tidak memiliki tabungan/simpanan jangka panjang yang lebih banyak, disisi lain kita juga mengakibatkan konsumsi sumber daya berlebihan. Tidak sedikit orang yang gila-gilaan ingin membeli mp4, namun setelah 1 bulan ia sudah bosan menggunakannya. Jadi, budayakan konsumsi yang hemat, cermat, efisien, dan efektif sesuai kebutuhan.

Kita dapat mulai mengurangi pembelian aksesoris perlengkapan pakaian yang tidak dibutuhkan, penghematan kertas di kantor, baca koran online, dan sebagainya. Kurangilah penggunaan daya lampu yang berlebihan atau matikan TV yang sudah tidak menayangkan acara yang berkualitas (menarik). Kurangi pula perjalanan jauh yang tidak penting dengan kendaraan karena akan berdampak langsung pada pengguanan bahan bakar sekaligus menambah polusi dan gas rumah kaca. Berikut ada beberapa pertanyaan yang dapat anda tanyakan pada diri sendiri sebelum membeli sesuatu:

  • Apakah saya atau orang yang saya belikan barang ini, benar-benar membutuhkan barang ini?
  • Apakah barang ini akan tahan lama? Apakah ada barang lain yang fungsinya sama tapi lebih tahan lama?
    Belilah barang yang tahan lebih lama, karena hal ini akan menghemat sumber daya alam kita (SDA).
  • Apakah saya tahu bagaimana barang ini dibuat, bagaimana ia akan digunakan dan bagaimana ia akan dibuang?
    Belilah barang yang diproduksi secara manusiawi dan hemat SDA, dan jika telah habiskan digunakan barang tersebut mudah untuk dibuang atau direcycel.
  • Apakah barang-barang yang digunakan untuk membuat barang ini dapat diperbaharui dan apakah sumber tersebut telah dipanen atau diternak dengan sepantasnya/manusiawi?

2. Reuse (Menggunakan Kembali)

Reuse berarti memakai kembali barang-barang yang selama ini kita anggap sudah tidak berguna lagi dan bahkan akan kita buang. Karena sedikit kotor atau lecet, lantas kita langsung membuang atau mengganti barang yang baru. Paradigma ini harus diubah. Kita perlu mengubah paradigama yang “ringan tangan” membuang barang, kita terdorong untuk membeli barang yang lebih baru, lebih canggih atau lebih baik padahal barang milik kita masih dapat dipergunakan. Sebagai contoh, karena ada fitur baru dalam sebuah HP, maka kita terdorong untuk membeli HP tersebut, padahal kita belum tentu sangat membutuhkan fitur baru tersebut.

Contoh lain adalah baju bekas. Daripada membuang baju bekas kita, lebih baik kita berikan ke panti atau ke yatim piatu. Atau jika Anda memiliki adik atau saudara muda, Anda dapat memberikannya. Begitu juga pakaian bayi yang relatif masih bagus seyogianya kita dapat memberi sekaligus mau mempergunakannya kepada bayi Anda.

3. Recycle (Mendaur Ulang)

Daripada membuang sebuah barang ketika anda atau orang lain tidak dapat menggunakannya lagi, anda bisa coba mendaur ulang barang itu. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia.

Dan perlu dicatat bahwa meskipun daur ulang kita tidak sempurna, setidaknya daur ulang masih lebih baik daripada membuang barang ke tempat sampah atau membakarnya. Carilah informasi mengenai barang-barang apa saja yang bisa didaur ulang di lingkungan Anda. Bersihkan dan pisahkan barang-barang yang akan didaur ulang sebelum memberikannya pada pemulung. Sering kali, pemulung enggan mengambil barang yang tercampur dengan banyak sampah yang tidak dapat didaur ulang.

4. Repair (Memperbaiki yang Rusak)

Repair merupakan tindakan yang sangat penting dan umumnya membutuhkan skill yang sebenarnya dapat dilatih. Karena “kemalasan” kita untuk belajar memperbaiki, maka aksi ini banyak diabaikan oleh banyak orang. Sebagai contoh adalah jam dinding, sepatu/baju robek, kalkulator, dan masih banyak lagi. Selain itu, sering terjadi dimana suatu alat elektronik yang mengalami kerusakan salah satu sub-bagiannya (misalnya rotornya terbakar), kita langsung membuangnya. Padahal kita masih bisa mengambil bagian-bagian lain atau membeli rotor yang terbakar tersebut.

Disisi lain, kita perlu preventif ketika kita membeli barang. Belilah barang yang tahan lama dan kita harus menjaga dan memperbaiki barang itu jika perlu diperbaiki. Jika kita melakukan hal ini, banyak barang milik kita tidak hanya akan bertahan seumur hidup kita, barang-barang itu bahkan bisa kita wariskan pada generasi yang akan datang. Kalaupun suatu barang tidak lagi dapat digunakan untuk fungsi awalnya, kita dapat berinovasi dan menggunakannya untuk tujuan lain. Setelah anda tidak menggunakan barang itu lagi, anda bisa coba memberikan barang itu pada orang lain yang membutuhkannya.

5. Replacement (Subtitusi dengan Barang yang Hemat)

Replacement adalah menggunakan atau mengganti barang-barang kebutuhan kita dengan barang sejenis yang memiliki fungsi yang sama namun hemat dan ramah terhadap lingkungan. Penggunaan lampu hemat energi, atau mengganti kertas tissue dengan sapu tangan. Gantilah barang elektronik yang boros energi dan bahan bakar dengan yang lebih efisien. Ganti membaca koran, buku atau majalah secara cetak ke online. Gunakanlah kendaraan umum (publik) ketimbang kendaraan pribadi. Biasakanlah berjalan kaki kesuatu tempat jika masih dalam seratus atau dua ratus meter.

Perubahan hanya terjadi jika kita mau berubah dan berusaha mencari cara-cara untuk berubah serta lingkungan (kerabat dan masyarakat) secara bersama-sama melakukan aksi global ini. Berhemat untuk alam, kayalah kehidupan. Rajin merawat bumi, sehatlah kehidupan manusia.
Selamat Mencoba dan Menyelamatkan Kehidupan Manusia, Alam beserta isinya dengan Panca-R.




You Might Also Like :


0 komentar:

Posting Komentar